Apa saja fungsi gas alam?

Gas alam adalah salah satu bahan bakar yang lebih aman, yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik; dapat digunakan sebagai bahan baku kimia; juga dapat digunakan secara luas dalam kompor gas sipil dan komersial, pemanas air, pemanas ruangan dan pendingin, serta dalam pembuatan kertas, metalurgi, penggalian, keramik, kaca dan industri lainnya, serta pembakaran, pengeringan, dan dehidrasi limbah.
Berikut ini adalah peran gas alam:
1. Gas alam dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga gasEmisi limbah dari pembangkit listrik turbin gas yang menggunakan gas alam sebagai bahan bakar jauh lebih rendah daripada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara dan minyak, dan efisiensi pembangkitan listriknya tinggi, biaya konstruksinya rendah, dan kecepatan konstruksinya cepat.
2. Gas alam dapat digunakan sebagai bahan baku kimia. Unit produksi kimia dengan gas alam sebagai bahan baku memiliki keunggulan investasi rendah, konsumsi energi rendah, penggunaan lahan lebih sedikit, tenaga kerja lebih sedikit, perlindungan lingkungan yang baik, dan biaya operasional rendah.
3. Gas alam banyak digunakan dalam kompor gas sipil dan komersial, pemanas air, pemanas ruangan dan pendingin, serta pembuatan kertas, metalurgi, penggalian, keramik, kaca dan industri lainnya, serta pembakaran, pengeringan dan dehidrasi.
4. Emisi karbon monoksida, nitrogen oksida, dan hidrokarbon dari kendaraan berbahan bakar gas alam jauh lebih rendah daripada kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel. Kendaraan berbahan bakar gas alam tidak mengakumulasi karbon, tidak mengalami keausan, dan memiliki biaya operasional yang sangat rendah. Kendaraan ini ramah lingkungan.
Gas alam merupakan sumber energi penting dan bahan bakar berkualitas tinggi. Komponen utama gas alam adalah metana, yang dapat digunakan sebagai bahan bakar atau bahan baku untuk pembuatan karbon hitam, amonia sintetis, metanol, asetilena, dan lain-lain; Gas alam merupakan bahan baku kimia yang berharga.
Dibandingkan dengan gas alam, LNG memiliki keunggulan sebagai berikut:
① Mudah disimpan dan diangkut;
Kepadatan gas alam cair (LNG) adalah 625 kali lipat dari metana dalam keadaan standar. Dengan kata lain, 1 m³ LNG dapat digasifikasi menjadi 625 m³ gas alam, yang menunjukkan kemudahan penyimpanan dan transportasi.
② Keamanan yang baik;
Modus utama penyimpanan dan pengangkutan gas alam adalah kompresi (CNG). Karena tekanan gas alam terkompresi yang tinggi, hal ini membawa banyak potensi bahaya keselamatan.
③ Investasi tidak langsung yang lebih sedikit;
Kepadatan energi volume gas alam terkompresi (CNG) sekitar 26% dari bensin, sedangkan kepadatan energi volume gas alam cair (LNG) sekitar 72% dari bensin, yang lebih dari dua kali lipat kepadatan energi volume gas alam terkompresi (CNG). Oleh karena itu, jarak tempuh kendaraan yang menggunakan LNG cukup jauh, yang dapat mengurangi jumlah stasiun pengisian bahan bakar kendaraan secara signifikan.
④ Efek pencukuran maksimal;
Sebagai bahan bakar untuk gas sipil atau pembangkit listrik, gas alam pasti akan mengalami fluktuasi permintaan, yang membutuhkan pengurangan pasokan pada saat puncak permintaan.
⑤ Perlindungan lingkungan;
Gas alam harus dimurnikan terlebih dahulu secara ketat sebelum dicairkan, sehingga kandungan pengotor dalam LNG jauh lebih rendah daripada CNG, yang menciptakan kondisi agar emisi gas buang kendaraan bermotor atau digunakan sebagai bahan bakar memenuhi standar yang lebih ketat (seperti “Euro II” atau bahkan “Euro III”).
gas alam 00


Waktu posting: 29 Mei 2022